RAHMAN TOLLENG

“Kita adalah angkatan yang musti punah. Agar tumbuh generasi yang lebih sempurna di atas makam kita”

Rahman Tolleng mengutip penyair Belanda Hanriette Roland Holst. Aktifis eksponen 66 ini meninggal dunia Selasa, 29 Januari 2019.

Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Tak banyak generasi sekarang yang mengenalnya. Dia memang seorang aktifis yang selalu terasing dari gemerlap kekuasaan. Lelaki Bugis ini lahir di Sinjai Sulawesi Selatan, 5 Juli 1937, bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) ketika memulai kuliahnya di Jurusan Apoteker ITB pada tahun 1955 dan berafiliasi dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI).

Di masa Orde Baru Rahman Tolleng beberapa saat menjadi anggota legislatif DPRGR/MPRS maupun DPR/MPR dari Golkar hingga 1974. Di masa reformasi, almarhum bersama beberapa orang aktifis seperti Todung Mulya Lubis dan Rocky Gerung (😀) membentuk Partai Serikat Rakyat Independen (Partai SRI) pada tahun 2011. Ini partai yang didirikan saat itu sebagai kendaraan politik untuk membawa Sri Mulyani Indrawati menuju kursi Presiden RI tahun 2014.

Karet Tengsin 1 Februari 2019