SUBHANALLAH dan MASYA ALLAH

Posted by

 

Kata Subhanallah, atau Subhan Allah dalam frasa bahasa Arab, sering diterjemahkan sebagai Maha Suci Allah. Subhanallah juga merupakan kalimat tasbih, pujian pada Allah. Subhanallah wa bihamdih. Subhanallah secara harfiah berarti “Tuhan tidak tercampuri (dari segala kebathilan)”. Itu sebabnya subhanallah diucapkan saat mendengar atau melihat hal-hal buruk. Maha suci Allah dari segala yang tak pantas (QS. Al-Baqarah : 116).

Berbeda dengan kata Masya Allah yang secara ringkas dapat diartikan sebagai “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Kata “telah” menekankan tentang doktrin Islam yang percaya pada taqdir. Kata Masya Allah diucapkan sebagai ungkapan kegembiraan disertai doa. Maka ketika melihat hal yang menakjubkan, ucapkanlah Masya Allah. Artinya kita menyadari dan menetapkan bahwa hal yang menakjubkan tersebut semata-mata terjadi karena kuasa Allah (QS. Al-Kahfi : 39).

Dua kata ini, Subhanallah dan Masya Allah, sering dikacaukan penempatannya. Bahkan ada kecenderungan untuk menggunakan kata Subahanallah dalam semua situasi dan melupakan penggunaan kata Masya Allah. Anehnya, kekacauan ini justeru sering terjadi di situs-situs yang mengusung nama Islam.

Saat lihat berita teroris di tivi terus mengucap Subhanallah. Ini sudah benar. Tapi nonton infotainmen dan lihat artis cantik juga kau seru Subahanallah. Eh, macam mana kau ini……..

 

Karet Tengsin, 3 Ramadhan 1439 H

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *