KEI ISLAND, HIDDEN PARADISE

Kolonial Belanda menyebutnya Kai, gugusan kepulauan di bagian tenggara Provinsi Maluku. Kepulauan ini sebenarnya adalah pulau-pulau koral yang muncul ke permukaan laut jutaan tahun lalu, terpisah oleh laut dalam dari lempeng Benua Asia maupun Australia.

Tak ada tradisi tulisan dalam budaya di Kepulauan Kei, kecuali hikayat lisan dan hukum adat setempat yang sedikit menjelaskan tentang asal-usul penduduk kepulauan ini. Orang Kei meyakini leluhur mereka datang dari Bali ribuan tahun lalu dalam dua perahu besar yang dinakhodai oleh dua orang bangsawan Bali. Dalam bahasa setempat, hukum adat itu disebut Larvul Ngabal, Darah Merah dan Tombak Bali. Bisa jadi ikatan asal usul ini juga yang kemudian menjadi salah satu penyebab timbulnya ide Bali🌺Kei Archipelago Festival, festival tahunan setiap bulan Oktober yang dimulai dari Bali dan berakhir di Pulau Kei.

Orang yang pernah berkunjung ke sana menyebutnya sebagai hidden paradise, surga tersembunyi yang menyempil hampir di ujung timur Indonesia. Pantai-pantai berpasir putih dan halus yang memanjang sejauh mata memandang, gugusan pulau-pulau koral dengan air laut sebening kaca, bisa membuatmu betah berlama-lama berenang dan merendam tubuh di sana. Di Pulau Bair misalnya, kita seolah berenang di kolam raksasa tengah laut, dengan dasar kolam berpasir putih yang terlihat jelas.

Hanya butuh satu setengah jam dengan pesawat udara dari ibukota Provinsi Maluku, Ambon. Garuda, Wings, Sriwijaya setiap hari melayani rute Ambon – Langgur, lapangan terbang kecil di utara Pulau Kei.

 

sumber foto : IG Jejak Kaki Kei Island dan TripTrus

Ngilngof, 9 Oktober 2018

Lanjutkan membaca KEI ISLAND, HIDDEN PARADISE

M A T I

 

Semua orang akan mati, dengan cara yg berbeda-beda. Kalau tidak hari ini, mungkin besok atau tahun depan, atau lima tahun lagi. Wallahualam. Mati di atas ranjang rumah sakit, mati dalam kecelakaan, atau mungkin lagi bersama selingkuhan. Pokoknya, pasti akan mati. Kullu nafsin dzaaikatul maut. Kematian itu pasti bagi setiap yang bernyawa. Itu menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Allah. Tak sebiji-zarahpun kekuasaan itu diberikan kepada seorang manusia.

Sebenarnya yang lebih penting adalah bagaimana menjalani hidup sebelum datangnya mati. William Wallace Braveheart, tokoh utama di dalam film Braveheart yang diperankan Mel Gibson bilang, “every man dies, not every man really lives”. Sekedar hidup dan bernapas, atau benar-benar hidup dan bermanfaat bagi kemanusiaan. Kau bebas memilih salah satunya. Itu sepenuhnya otoritas pribadimu.

 

karet tengsin, 27 oktober 2017