Piagam Madinah, Sejarah Amerika dan Donald Trump

Posted by

konstitusi-madinah

 

Piagam Madinah, Madinah Charter atau Constitution of Medina adalah kontitusi tertulis pertama di dunia. Disusun oleh Muhammad SAW pada tahun pertama Hijriyah (662 Masehi), piagam tersebut sarat semangat pluralisme, menjamin keberadaan masyarakat non-muslim yang ada di Madinah saat itu. 

 

Semangat yang sama juga tertuang di dalam Al Qur’an surah Al-Baqara ayat 62 : “Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

 

Kuat dugaan bahwa isi piagam dan ayat Al Qur’an di atas sangat mempengaruhi Thomas Jefferson, penulis Deklarasi Kemerdekaan Amerika, tentang ide-ide pluralisme. Jefferson menolak desakan untuk hanya mengakui Kristen Protestan sebagai satu-satunya “agama amerika”. Amerika perlu memberi tempat spesial bagi muslim. Bagi Jefferson, meski hanya minoritas, menyertakan muslim berarti membuka pintu bagi semua umat beragama : pemeluk Yahudi, Katolik, dan lainnya. “Jika muslim dikesampingkan, itu berarti tak ada prinsip-prinsip universalitas bagi semua pemeluk agama di Amerika”. Dalam catatan sejarah Amerika, Thomas Jefferson adalah presiden pertama yang melaksanakan buka puasa bersama di Gedung Putih.

 

Keterkaitan Jefferson dengan prinsip-prinsip pluralisme dalam Islam itu diketahui setelah ditemukannya salinan Al Qur’an milik Presiden ke-3 Amerika Serikat tersebut. Keotentikan Al Qur’an milik Jefferson dibenarkan oleh Denise Spellberg, penulis buku Thomas Jefferson’s Qur’an: Islam and the Founders. Fakta tersebut menyeruak pada 2006 lalu ketika Keith Ellison, politisi Partai Demokrat, seorang muslim dari Minnesota, terpilih sebagai anggota Kongres AS. Keith Ellison menggunakan Al Qur’an milik Jefferson pada saat pengambilan sumpahnya.

 

Sejarah awal berdirinya Amerika ini yang mungkin tak banyak dipahami presiden terpilih saat ini, Donald Trump. Sikap anti Islam dan muslim yang diperlihatkan Trump selama masa kampanye sungguh bertolak belakang dengan pendahulunya yang notabene adalah pendiri negara Amerika Serikat. Bisa jadi karena pada dasarnya Trump “hanya” seorang pengusaha dan selebriti yang lebih banyak berurusan dengan saham dan para wanita di bisnis hiburan.

 

 

Lingkas, 12 November 2016

(dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *