ALI

Posted by

Saya baru saja duduk di sebuah resto di lantai dasar E-Walk Balikpapan, ketika notifikasi CNN Indonesia tiba-tiba nongol di cellphone saya : Muhammad Ali Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun, menyusul berita CNBCNews, Muhammad Ali ‘The Greatest of All Time, Dead at 74. Perjalanan dari Kota Tarakan menuju Makassar memaksa saya harus transit di Balikpapan selama lebih tujuh jam. Jadilah jalan-jalan ke mall setempat adalah pilihan paling mudah, sekalian buat mengisi perut yang mulai berbunyi. Berita meninggalnya Muhammad Ali membuat saya terhenyak. Orang besar itu kini damai sudah di haribaan penciptanya, setelah bertahun-bertahun penderitaan panjang akibat parkinson. Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Saya ingat, saat itu belum lagi lulus sekolah dasar, di paruh kedua tahun 70an, ketika untuk pertama kali melihat foto Ali di majalah. Begitu senang menatap sang idola dengan berbagai pose. Hanya teriakan yang tertahan, bagai histeris, saking bahagianya. Kenangan masa kanak-kanak yang masih tersimpan hingga kini. Ali adalah pahlawan di masa kecilku, dan sebuah icon untuk dunia yang sedang berubah.

Ali bukanlah petinju biasa. Dia seorang pejuang. Kata-kata Ali yang fenomenal : impossible is nothing, menjadi motivasi bagi kaum minoritas kulit hitam Amerika. Juga buat anak muda di dunia ketiga. Tak ada yang tidak mungkin. Ketika Ali dihukum karena menolak dikirim ke perang Vietnam, Ali mengatakan “Saya tak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan negro”. Dalam karienya sebagai Juara Dunia Tinju Kelas Berat, Ali ternyata masih sering memperoleh perlakuan berbau rasial. “Membenci orang lain karena warna kulitnya adalah salah. Tidak peduli jenis warna kulitnya, hal itu salah”. Sikap anti-rasial membawanya berkawan akrab dengan Malcolm X, pejuang hak-hak sipil kulit hitam Amerika. Tak banyak yang tahu kalau Ali saat pertama menjadi muallaf sempat menggunakan nama Cassius X, sebelum menggunakan nama Muhammad Ali, terinspirasi dari nama sang idola, Malcolm X.

Ali yang lahir sebagai Cassius Marcellus Clay Jr. dari Louisville Kentucky Amerika Serikat, 17 Januari 1942, hari ini meninggal dengan tenang dalam usia 74 tahun di Phoenix Arizona, Amerika Serikat.

 

Kata-kata terbaik Ali :

1. Saya muda, saya tampan, saya cepat, saya tak mungkin dikalahkan.

2. Melayani orang lain adalah harga sewa yang harus Anda bayar untuk tempat tinggal Anda di dunia.

3. Sukar untuk menjadi rendah hati jika Anda sehebat saya.

4. Bukan gunung yang menjulang yang akan Anda daki yang membuat Anda kekelahan, tapi kerikil di sepatu Anda.

5. Jika Anda bermimpi untuk mengalahkan saya, maka Anda lebih baik segera bangun dan meminta maaf.

6. Dia yang tak cukup punya keberanian untuk mengambil risiko, takkan mencapai apapun dalam hidup.

7. Seorang lelaki yang di usia 50 tahun memandang dunia dengan cara yang sama ketika ia berusia 20 tahun, telah menyia-nyiakan 30 tahun hidupnya.

8. Manusia yang tak punya imajinasi tak punya sayap.

9. Ia (Sonny Liston) terlalu jelek untuk menjadi juara dunia. Seorang juara dunia harus rupawan seperti saya.

10. Membenci orang lain karena warna kulitnya adalah salah. Tidak peduli jenis warna kulitnya, hal itu salah.

11. Ini hanya soal pekerjaan. Rumput tumbuh, burung-burung terbang, gelombang air laut terempas di pasir pantai. Saya memukuli orang-orang.

12. Saya membenci setiap menit dari latihan, tapi saya bilang pada diri sendiri, ‘Jangan berhenti. Lebih baik menderita sekarang dan jalani sisa hidupmu sebagai seorang juara.

 

 

Sepinggan Balikpapan, 4 Juni 2016

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *