RAMADHAN AROUND THE WORLD

Seorang anak meniru gerakan shalat – Masjid Strasbourg Prancis
Seorang anak memanjatkan doa di hari pertama Ramadhan – Kathmandu Nepal
Shalat Tarawi di Medan Sumatera Utara
Tangan seorang anak yang sedang berdioa usai shalat tarawi di Kathmandu Nepal
Tadarus di Jakarta
Tidur selepas tadarus dan tarawi di sebuah masjid di Yaman
Warga muslim Paris berbelanja keperluan bukan puasa
Anak-anak muslim Rohingya di tempat pengungsian di Thailand
Seorang pendukung Presiden Mursi membaca Quran di hari pertama Ramadhan – Kairo Mesir
Shalat tarawi di Makassar
Menunggu saat berbuka di Kabul Afghanistan
Seorang anak perempuan mengatur hidangam buka puasa di Delhi India
Demonstran anti pemerintah menunggu saat berbuka di Istambul Turki
Seorang perempuan menunaikan shalat maghrib setelah berbuka di Delhi India
img_8170
Shalat tarawi di masjid Bajrakli Berlgrade Serbia
Masjid Bajrakli, Belgrade Serbia

foto-foto : Navesh Citrakar, Reuters

MUSIK MURAM PORTISHEAD

Portishead-Glory-Box

Tak seperti grup band pada umumnya, Portishead justeru enggan mendapatkan liputan pers setelah mengeluarkan album pertama mereka, Dummy, pada tahun 1994. Geoff Barrow, Beth Gibbons dan Adrian Utley, tiga personil Portishead asal Bristol Inggris itu langsung mencapai sukses di Inggris dan Amerika lewat album pertama mereka yang hanya berisi tiga single, “Numb”, “Sour Times” dan ‘Glory Box”. Setahun kemudian Dummy memenangkan Mercury Music Prize 1995. Album yang sama pada tahun 2003 menduduki peringkat 419 pada daftar 500 Greatest Albums of All Time dari majalah musik Rolling Stone.

Wikipedia memberi label trip hop untuk genre musik Portishead, musik dengan tempo lambat yang konsisten dibarengi unsur electro. Nama Portishead sendiri diambil dari nama daerah asal mereka, 13 kilometer ke arah barat Bristol. Kalau anda penggemar British Rock dari generasi 90an, mungkin akan ingat iklan Levi’s 501 yang menggunakan Glory Box sebagai musik latarnya. Lagu yang sangat unik dan terdengar muram, kental dengan nuansa apatisme, bukan saja oleh liriknya tetapi juga karena gaya vokal dan cara bernyanyi Beth Gibbons. Ada yang bilang judul Glory Box diambil dari istilah orang Australia untuk lemari tempat menyimpan pakaian dan barang-barang lainnya saat persiapan  sebuah pernikahan. Entahlah. Kata glory box sendiri tidak muncul dalam lirik lagunya.

I’m so tired of playing

Playin’ with this bow and arrow
I gonna give my heart away
Leave it to the other girls to play
For I’ve been a temptress too long

Just give me a reason to love you
Give me a reason to be a woman
I just wanna be a woman

From this time unchained
We’re all lookin’ at a different picture
Through this new frame of mind
A thousand flowers could bloom
Move over and give us some room, yea

Give me a reason to love you
Give me a reason to be a woman
I just wanna be a woman

So don’t you stop, being a man
Just take a little look
From our side when you can

Show a little tenderness
No matter if you cry

Give me a reason to love you
Give me a reason to be a woman
I just wanna be a woman
‘Cause it’s all I wanna be is all a woman, yea

For this is the beginning of forever and ever
Its time to move over
So tired of playing

So tired of playing
Playin’ with this bow and arrow
I gonna give my heart away
Leave it to the other girls, to play
For I’ve been a temptress too long

Just give me a reason to love you
Give me a reason to be

 

Lingkas, 14 Juni 2016

 

FADE TO BLACK

RIDE THE LIGHTNING

This is a song about ‘suicidal feelings’. Tema seperti ini banyak kita temukan pada lagu-lagu rock di era 70-80an. Lagu Suicide Solution milik Judas Priest pernah menghebohkan karena dianggap memicu tindakan bunuh diri beberapa anak muda di jaman itu. Di samping perasaan putus asa akibat pengaruh penggunaan narkotika yang begitu marak saat itu, bunuh diri juga bahkan dianggap semacam mode : mati muda saat berada di puncak hidup adalah yang terbaik. Elvis Presley, Curt Cobain, adalah beberapa contoh. Tentunya James Hatfield dan kawan-kawan tak bermaksud menganjurkan pengemarnya untuk ikut-ikutan bunuh diri lewat lagu mereka.

Diawali dengan gitar akustik pada intro, dan menjadi semakin berat sampai menjelang akhir lagu – sesuatu yang kemudian juga ada pada lagu Sanitarium (Welcome Home) dan One. Fade To Black dirilis pada 1984 dan selalu menjadi lagu penutup pada setiap konser Metallica. Official videonya di Youtube telah diakses lebih dari 30 juta kali.

 

Life, it seems, will fade away

Drifting further every day

Getting lost within myself

Nothing matters, no one else

 

I have lost the will to live

Simply nothing more to give

There is nothing more for me

Need the end to set me free

 

Things not what they used to be

Missing one inside of me

Deathly lost, this can’t be real

Cannot stand this hell I feel

 

Emptiness is filling me

To the point of agony

Growing darkness taking dawn

I was me, but now he’s gone

 

No one but me can save myself, but it’s too late

Now I can’t think, think why I should even try

 

Yesterday seems as though it never existed

Death greets me warm, now I will just say goodbye

 

 

 

Lingkas, 14 Juni 2016

ALI

Saya baru saja duduk di sebuah resto di lantai dasar E-Walk Balikpapan, ketika notifikasi CNN Indonesia tiba-tiba nongol di cellphone saya : Muhammad Ali Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun, menyusul berita CNBCNews, Muhammad Ali ‘The Greatest of All Time, Dead at 74. Perjalanan dari Kota Tarakan menuju Makassar memaksa saya harus transit di Balikpapan selama lebih tujuh jam. Jadilah jalan-jalan ke mall setempat adalah pilihan paling mudah, sekalian buat mengisi perut yang mulai berbunyi. Berita meninggalnya Muhammad Ali membuat saya terhenyak. Orang besar itu kini damai sudah di haribaan penciptanya, setelah bertahun-bertahun penderitaan panjang akibat parkinson. Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Saya ingat, saat itu belum lagi lulus sekolah dasar, di paruh kedua tahun 70an, ketika untuk pertama kali melihat foto Ali di majalah. Begitu senang menatap sang idola dengan berbagai pose. Hanya teriakan yang tertahan, bagai histeris, saking bahagianya. Kenangan masa kanak-kanak yang masih tersimpan hingga kini. Ali adalah pahlawan di masa kecilku, dan sebuah icon untuk dunia yang sedang berubah.

Ali bukanlah petinju biasa. Dia seorang pejuang. Kata-kata Ali yang fenomenal : impossible is nothing, menjadi motivasi bagi kaum minoritas kulit hitam Amerika. Juga buat anak muda di dunia ketiga. Tak ada yang tidak mungkin. Ketika Ali dihukum karena menolak dikirim ke perang Vietnam, Ali mengatakan “Saya tak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan negro”. Dalam karienya sebagai Juara Dunia Tinju Kelas Berat, Ali ternyata masih sering memperoleh perlakuan berbau rasial. “Membenci orang lain karena warna kulitnya adalah salah. Tidak peduli jenis warna kulitnya, hal itu salah”. Sikap anti-rasial membawanya berkawan akrab dengan Malcolm X, pejuang hak-hak sipil kulit hitam Amerika. Tak banyak yang tahu kalau Ali saat pertama menjadi muallaf sempat menggunakan nama Cassius X, sebelum menggunakan nama Muhammad Ali, terinspirasi dari nama sang idola, Malcolm X.

Ali yang lahir sebagai Cassius Marcellus Clay Jr. dari Louisville Kentucky Amerika Serikat, 17 Januari 1942, hari ini meninggal dengan tenang dalam usia 74 tahun di Phoenix Arizona, Amerika Serikat.

 

Kata-kata terbaik Ali :

1. Saya muda, saya tampan, saya cepat, saya tak mungkin dikalahkan.

2. Melayani orang lain adalah harga sewa yang harus Anda bayar untuk tempat tinggal Anda di dunia.

3. Sukar untuk menjadi rendah hati jika Anda sehebat saya.

4. Bukan gunung yang menjulang yang akan Anda daki yang membuat Anda kekelahan, tapi kerikil di sepatu Anda.

5. Jika Anda bermimpi untuk mengalahkan saya, maka Anda lebih baik segera bangun dan meminta maaf.

6. Dia yang tak cukup punya keberanian untuk mengambil risiko, takkan mencapai apapun dalam hidup.

7. Seorang lelaki yang di usia 50 tahun memandang dunia dengan cara yang sama ketika ia berusia 20 tahun, telah menyia-nyiakan 30 tahun hidupnya.

8. Manusia yang tak punya imajinasi tak punya sayap.

9. Ia (Sonny Liston) terlalu jelek untuk menjadi juara dunia. Seorang juara dunia harus rupawan seperti saya.

10. Membenci orang lain karena warna kulitnya adalah salah. Tidak peduli jenis warna kulitnya, hal itu salah.

11. Ini hanya soal pekerjaan. Rumput tumbuh, burung-burung terbang, gelombang air laut terempas di pasir pantai. Saya memukuli orang-orang.

12. Saya membenci setiap menit dari latihan, tapi saya bilang pada diri sendiri, ‘Jangan berhenti. Lebih baik menderita sekarang dan jalani sisa hidupmu sebagai seorang juara.

 

 

Sepinggan Balikpapan, 4 Juni 2016