PROVOKASI MEDIA ONLINE

Posted by

Tiap hari ada saja berita si anu masuk Islam, si fulan diberi hidayah, si ini akhirnya jadi muallaf, lengkap dengan foto berbusana muslim. Saya sama sekali tidak bangga baca berita-berita itu. Pertama, karena hampir semua berita itu datangnya dari blog gratisan yang bisa dibuat oleh siapa saja, tanpa identitas apapun, dan rata-rata terbukti hanya berita HOAX. Kedua, kalaupun benar berita tersebut, ndak ada pengaruhnya buat saya dalam beragama. Biasa saja. Memangnya kenapa kalau Jacky Chan atau Pacquiao masuk Islam?

Di bawah berita bodong itu kemudian dikomentari beragam kata, tapi rata-rata menulis “subhanallah…….” Nama Allah disia-siakan untuk hal-hal sepele yang jelas-jelas palsu. Kita kaum muslim jadi terlihat begitu bodoh, mudah diprovokasi oleh blog-blog pribadi yang tidak jelas admin dan penulisnya.

Beragamalah dengan akal sehat. Memilah-milah berita di media online itu bukan hal yang sulit. Tinggal buka link dan perhatikan sumber beritanya. Paling mudah kita bisa menandai media mainstream : kompas, republika, detikcom, dll. Tentu juga harus dibedakan antara news/berita atau hanya opini penulis. Media seperti Kompasiana jelas hanya opini, tak bisa dijadikan rujukan. Apalagi blog pribadi tanpa admin dan nama penulis. Jenis terakhir ini tak perlu di-like, supaya tak perlu nongol di timeline anda.

Demikian saudara, semoga bermanfaat. Jangan lupa, nyalakan pikiranmu.

Kopizone, 8 Mei 2016

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *