IKATAN KELUARGA ALUMNI

Posted by

Organisasi keluarga alumni itu pada dasarnya hanya paguyuban, tempat para alumni berkumpul, bernostalgia, kongkow, senang-senang. Pak JK bilang ikatan alumni itu hanya satu tingkat di atas arisan. Kalaupun ada yang lebih serius, mungkin hanya sekedar tukar-menukar informasi, terutama tentang bidang kerja kita. Syukur-syukur bisa serius sekali, seperti program DPP IKA Teknik Unhas melakukan kerjasama dengan Pemkot/Walikota Makassar. Itupun saya kira lebih karena walikotanya alumni FTUH juga, jadi ada kewajiban moral untuk ikut membantu beliau.

Kalau kita baca AD/ART IKA Unhas, aturan dasar yang menjadi acuan semua IKA Fakultas dan Jurusan di Unhas, hanya mengatur tentang struktur organisasi secara umum. Sepertinya sengaja dibuat begitu, memberi peluang bagi IKA Fakultas/Jurusan untuk berimprovisasi. Tak ada satu klausulpun yang mengatur secara detail, misalnya tentang bidang-bidang yang harus ada di dalam struktur kepengurusan atau tempat kedudukan pengurus. Semua disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan masing-masing. Memang ada juga sedikit kekakuan dalam hal nama. Di tingkat universitas Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin, kemudian di tingkat fakultas IKA Unhas Komisariat Fakultas Anu, selanjutnya untuk jurusan menjadi IKA Unhas Sub Komisariat Jurusan Anu. Kalau mengacu pada aturan ini, tentunya tidak akan ada IKA Teknik Unhas, IKATSI, IATEL, ISP, dll. Bisa dipastikan, tidak satupun IKA Fakuktas dan Jurusan yang mematuhi aturan ini.

Kembali ke soal keberadaan organisasi IKA di atas, banyak teman yang kadang terlalu serius melihat hal ini, terlalu tinggi ekspektasi terhadap IKA, seolah organisasi ini adalah sarana untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara. Secara pribadi pengabdian itu sudah kita lakukan, di bidang masing-masing, dengan cara kita masing-masing.

Vivat alumni đŸ˜‰

Jakarta, 5 April 2016

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *