SEBUAH CATATAN MENJELANG PILPRES

Posted by

Sudah lama saya menjadi pendukung Jenderal Prabowo. Beliau adalah alternatif terbaik, ketimbang harus memilih Aburizal Bakri atau yang lebih konyol seperti Rhoma Irama. Saya mengikuti dengan seksama semua aktifitasnya selama 2-3 tahun terakhir ini. Keyakinan pada Prabowo makin menjadi ketika kita harus ‘berhadapan’ dengan ulah tetangga kecil kita, Malaysia dan Singapore. Kita harus punya presiden yang kuat dan berani, dan sifat itu ada pada Prabowo. Itulah keyakinan yang terus tumbuh dalam hati saya, sampai kemudian datang Jokowi. Orang Solo ini sungguh tak meyakinkan penampakannya. Benar-benar Jawa kebanyakan yang biasa kita temui sehari-hari, di manapun kita pergi dalam wilayah republik ini. Jokowi seolah menjadi antitesis bagi Prabowo yang cenderung elitis, yang lebih sering beriringan dengan rakyat jelita ketimbang rakyat jelata. Jokowi tampil apa adanya, tak ada skenario yang mengatur tingkah lakunya. Dia datang dan menyelesaikan banyak masalah tanpa huru-hara. Dia tampil dengan pesona yang berbeda, menyiratkan harapan untuk hari-hari yang datang nanti, seolah itu sebuah tekad yang tak pernah dia ucapkan tapi bisa kita rasakan. Dia berbicara dengan bahasa kita, bahasa rakyat jelata yang sederhana. Harus saya katakan, dalam sekejap saja, saya tak ragu untuk berpindah mendukungnya.

Makassar, 11 Juni 2014

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *