HEDONIC TREADMILL

Posted by


Ketika income meningkat berkali-kali lipat, ternyata bahagia tetap diam di tempat. Stagnan. Naiknya income hanya diikuti oleh gaya hidup, akibat budaya konsumerisme, nafsu untuk membeli banyak hal yang sebenarnya tak dibutuhkan. Lima juta, sepuluh juta, lima puluh juta, berapapun pendapatan yang diperoleh, tetap saja tak cukup. Dulu, saat baru memulai, kau hanya mengendarai avanza. Ketika kariermu bagus dan pendapatan meningkat, kaupun menggantinya dengan alphard. Dulu kau hanya mengenakan kickers. Kini tak terbilang johnny lace up, bally, aldo brue yang terpajang rapi di rak sepatumu. Nafsu yang terus meningkat membuat bahagia seolah tetap di sana, diam tak bergerak, meski income bertambah berkali-kali lipat. Para ahli menyebutnya hedonic treadmill : ekspektasi akan materi yang terus meningkat, tapi bahagia tetap jalan di tempat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *