BAHARUDDIN

Posted by

Entah di mana dia sekarang. Lelaki Mandar ini teman kuliah saya, seangkatan di Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin Makassar. Membaca berita di koran hari ini tentang Raeni, anak tukang becak yang berhasil jadi sarjana pendidikan di Universitas Negeri Semarang, membawa ingatan saya kembali pada Baharuddin. Kami tak pernah lagi bertemu atau saling kontak sejak lulus dari universitas lebih dari dua puluh tahun lalu.

Di awal masa kuliah, pertengahan tahun 1985, kami masih menempati kampus lama di Baraya Makassar. Teman seangkatan saya terbilang sedikit, hanya berjumlah 20 orang, membuat kami saling kenal satu sama lain dengan sangat baik. Kecuali Baharuddin. Dia adalah sebuah pribadi yang tak pernah menyolok, sama sekali tak pernah berusaha menarik perhatian. Tak banyak teman yang tahu, kalau sehari-hari Baharuddin harus mengayuh sepeda ke kampus. Sebuah sepeda tua yang mungkin saja merupakan warisan orang tua yang dibawanya dari Mandar.

Setahun berlalu dan kami harus pindah kuliah ke kampus baru Tamalanrea, kurang lebih 10 kilometer dari pusat kota. Jarak yang cukup jauh itu memaksa saya meninggalkan sepeda motor bebek dan mulai mencoba ‘pete-pete kampus’, angkutan kota yang disediakan khusus untuk melayani mahasiswa. Tapi Baharuddin tetap setia dengan sepeda tuanya. Satu hal yang membuat saya kagum, tak pernah sekalipun ada keluh-kesah yang terlontar dari mulutnya, kecuali senyum ramah.

Satu sore menjelang magrib, bersama beberapa teman bermaksud menghabiskan waktu di Pantai Losari. Pantai dengan panjang kurang lebih 1 kilometer ini menjadi tempat nongkrong anak muda Makassar di tahun 80an. Tempat ngeceng dan mejeng, dua istilah anak gaul di masa itu. Sore itulah saya menemukan sisi lain dari teman saya Baharuddin. Dia ternyata menghabiskan setiap sorenya di Pantai Losari, berjualan koran untuk menutupi biaya hidup dan kuliahnya.

Bertahun kemudian Baharuddin yang tangguh itu berhasil menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Arsitektur dan berhak menyandang gelar insinyur.

Makassar, 11 Juni 2014

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *