PUISI DIKARA

Posted by

IMG_9752

Anak laki-lakiku, Dikara Kahlil Satriani, siswa kelas 5 Sekolah Dasar di Makassar, mendapat tugas dari gurunya membuat puisi tentang ibu dan ayah. Dia menuliskannya begini :

Ibu & Ayah

Ibu,
Terima kasih untuk semuanya
Engkau telah menjadi bulan untukku
Tapi walaupun engkau selalu berubah-ubah
Engkau selalu ada

Ayah,
Terima kasih untuk nasehatnya
Kehebatanmu telah menjadikanmu sang kejora
Yang selalu dipuji karena cahayanya

Ayah ibu,
Kalian adalah air dan tanah
Yang merupakan sumber kehidupan
Tapi semua memiliki batas
Aku berharap kalian bisa bersamaku selamanya

******

Saya membacanya berkali-kali, dan terpesona menemukan pemahamannya tentang kesementaraan hidup manusia pada bait ketiga. Dia sadar, kami takkan selamanya berada bersamanya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *