DOA RABIAH DARI BASRAH

Posted by

image

 

Wahai Tuhanku, apa pun jua bahagian dari dunia kini yang akan Kau anugerahkan padaku, anugerahkanlah itu pada musuh-musuhMU. Dan apa pun juga bahagian dari dunia akan tiba yang akan Kau anugerahkan padaku, anugerahkanlah itu pada sahabat-sahabatMu. Bagiku, Dikau sudah cukup.

Wahai Tuhanku, urusanku dan gairahku di dunia kini dan dunia akan tiba adalah semata mengingat Dikau di atas segalanya. Dari kesegalaan di semesta ini, pilihanku adalah berangkat menemui-Mu. Inilah yang akan kuucapkan kelak: “Dikau segala-galanya.” Wahai Tuhanku, tanda mata paling permata dalam hatiku ialah harapanku padaMu. Dan kata paling gula di lidahku adalah pujian padaMu. Dan waktu paling kurindu adalah jam ketika aku bertemu dengan Kau.

Wahai Tuhanku, aku tak dapat menahankan hidup duniawi ini tanpa mengingatMu. Dan bagaimana mungkin daku hidup di dunia akan tiba tanpa menatap wajahMu?

Wahai Tuhanku, inilah keluhanku. Daku ini orang asing di kerajaanMu dan mati kesepian di tengah-tengah penyembahMu!

Wahai Tuhanku, jangan jadikan daku kelewang di tangan penakluk perkasa. Jelmakan daku jadi tongkat kecil penunjuk jalan si orang buta.

Wahai Tuhanku, jangan jadikan daku pohon besar yang kelak jadi tombak dan gada peperangan. Jelmakan daku jadi batang kayu rimbun di tepi jalan tempat musafir berteduh memijit kakinya yang lelah.

Wahai Tuhanku, sesudah daku mati masukkanlah daku ke dalam neraka. Dan jadikan jasmaniku memenuhi seluruh ruang neraka sehingga tidak ada orang lain dapat dimasukkan ke sana.

Wahai Tuhanku, bilamana daku menyembahMu karena takut neraka, jadikan neraka kediamanku. Dan bilamana daku menyembahMu karena gairah nikmat di sorga, maka tutuplah pintu sorga selamanya bagiku. Tetapi apabila daku menyembahMu demi Dikau semata, maka jangan larang daku menatap KeindahanMu yang abadi.

 

Catatan Tentang Rabiah Dari Basrah

Rabiah Al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita yang dikenal karena kesucian dan dan kecintaannya terhadap Allah. Rabiah tidak tertarik kepada kehidupan duniawi dan mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah.

Diperkirakan lahir antara tahun 713 – 717 Masehi, atau 95 – 99 Hijriah di kota Basrah, Irak dan meninggal sekitar tahun 801 Masehi / 185 Hijriah. Nama lengkapnya adalah Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah al-Basriyah. Rabiah hidup pada dinasti Umayyah dan dijuluki sebagai The Mother of the Grand Master atau Ibu Para Sufi Besar. Ia juga menjadi panutan para ahli sufi lain seperti Ibnu al-Faridh dan Dhun Nun Al-misri. Kezuhudan Rabi’ah juga dikenal hingga ke Eropa. Hal ini membuat banyak cendikiawan Eropa meneliti pemikiran Rabi’ah dan menulis riwayat hidupnya, seperti Margareth Smith, Masignon, dan Nicholoson.

Doa Rabiah Dari Basrah adalah salah satu karya masterpiece-nya.

sumber : wikipanion

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *